🚀 Social Selling: Jurus Jitu UMKM Meledak di 2025!
Ditulis oleh Kang Apik – Konsultan Komunikasi Bisnis www.komunikasi.net
Pernah nggak sih, ketemu orang di medsos yang tiap hari isinya jualan terus?
Dari pagi sampai malam, statusnya penuh promo. Awalnya kita baca, lama-lama skip, akhirnya malah mute.
Kenapa? Karena nggak ada rasa, nggak ada cerita, dan nggak ada kedekatan.
Nah, di 2025 ini, jurus seperti itu sudah nggak mempan lagi. Yang akan menang adalah UMKM yang pinter ngobrol, pinter membangun hubungan, dan pinter jualan tanpa kelihatan maksa. Itulah yang disebut Social Selling.
🌱 Apa sih Social Selling itu?
Bayangin gini: kamu lagi nongkrong di warung kopi. Datang orang baru, langsung sodorin katalog produk. Risih, kan?
Tapi kalau dia ngobrol dulu, bikin nyaman, baru kemudian nawarin solusi—rasanya beda banget.
👉 Nah, Social Selling persis seperti itu, hanya saja mainnya di Facebook, Instagram, TikTok, WhatsApp, sampai LinkedIn.
🔑 Kenapa Social Selling Jadi Kunci Sukses UMKM 2025?
1. Pelanggan makin cerdas. Mereka cari siapa yang dipercaya, bukan cuma siapa yang kasih harga termurah.
2. Persaingan makin padat. Bedanya bukan di produk, tapi di rasa dekat yang kamu bangun.
3. Platform digital makin interaktif. Ada live, ada komunitas, ada fitur chat otomatis—semua bisa dipakai buat bikin pelanggan ngerasa “ditemani”.
⚡ Strategi Social Selling ala UMKM 2025
✨ Tunjukkan Wajahmu. Orang lebih suka beli dari Bu Sri yang jualan susu kambing sambil cerita keseharian, daripada akun anonim tanpa identitas.
✨ Bikin Cerita, Bukan Cuma Harga. Ceritakan proses, manfaat, testimoni, dan perjuangan di balik produkmu.
✨ Bangun Obrolan. Balas komentar, sapa pembeli, follow-up dengan gaya akrab.
✨ Rangkai Komunitas. Ajak pelanggan gabung grup WhatsApp, arisan belanja, atau komunitas loyal.
✨ Catat & Personalisasi. Ingat siapa yang suka varian tertentu, lalu tawarkan lagi dengan sentuhan personal.
Yang Dekat, Itu yang Menang!
Di 2025, bukan yang paling canggih teknologinya yang juara.
Bukan yang paling murah harganya yang jadi pemenang.
Tapi UMKM yang paling hangat, paling manusiawi, dan paling dekat dengan pelanggannya.
Social Selling itu seni: jualan sambil bersahabat, promosi sambil ngobrol, closing sambil tetap asik.
Jadi, kalau masih sekadar posting harga tiap hari, yuk mulai berubah. Ingat, jualan itu bukan sekadar transaksi, tapi tentang relasi.
Mari belajar lebih lanjut mengenai Social Selling...
Kang Apik selain menjadi Konsultan Bisnis di www.komunikasi.net juga aktif membina UMKM melalui Lembaga Pengembang UMKM PD Muhammadiyah Kabupaten Cirebon, Serikat Usaha Muhammadiyah Cirebon, Apindo Kabupaten Cirebon dan menjadi anggota Tangan Di Atas serta Hipmi, juga bersama 2 Rekannya turut membangun Cirebon Connect dengan Visi Bersatu - Terhubung - Berdaya.