2026 Bukan Tahun Baru Biasa: Jika Bisnismu Masih Begitu-Gitu Saja, Ada yang Salah dengan Cara Berpikirmu
Oleh: Kang Apik
Praktisi UMKM & Industri
www.pengusaha.co.id
Banyak orang menyambut 2026 dengan ucapan selamat, resolusi, dan harapan baru.
Namun bagi pelaku usaha, 2026 bukan soal ganti kalender.
👉 Ini soal ganti cara berpikir.
👉 Ini soal berani naik kelas.
👉 Ini soal apakah bisnis kita mau berdampak atau hanya bertahan.
Saya ingin jujur sejak awal:
Jika UMKM masih mengeluh hal yang sama seperti tahun lalu—modal, pasar sepi, kompetitor banyak—maka masalahnya bukan di pasar. Tapi di pola main.
2026: Tahun Seleksi Alam bagi UMKM
Di lapangan, saya melihat satu kenyataan pahit:
- UMKM yang hanya jualan, mulai kelelahan
- UMKM yang tidak punya sistem, mulai tertinggal
- UMKM yang tak mau kolaborasi, mulai sendirian
Sementara yang bertahan dan tumbuh adalah mereka yang:
✔️ punya nilai dan positioning jelas
✔️ mau beradaptasi dengan teknologi
✔️ berani berdampak, bukan sekadar untung
2026 adalah tahun seleksi alam bisnis.
Bukan yang paling besar yang menang, tapi yang paling siap berubah.
Spirit Baru UMKM: Dari Bertahan ke Berdampak
Selama ini banyak UMKM terjebak di satu titik:
> “Yang penting usaha jalan dulu.”
Padahal di 2026, usaha yang hanya “jalan” akan pelan-pelan ditinggal pasar.
UMKM perlu naik satu level:
- dari jualan produk → menyelesaikan masalah
- dari sendiri → kolaborasi
- dari sekadar cuan → memberi dampak
Karena hari ini konsumen tidak hanya membeli barang,
mereka membeli nilai, cerita, dan keberpihakan.
Kemandirian Itu Sistem, Bukan Sekadar Semangat
Sering saya temui pelaku usaha yang bilang:
> “Saya ingin mandiri.”
Tapi masih:
- tergantung satu marketplace
- tergantung satu reseller
- tergantung satu pelanggan besar
👉 Itu bukan mandiri, itu rentan.
Kemandirian bisnis di 2026 artinya:
- punya multi channel pemasaran
- punya data pelanggan sendiri
- punya tim atau sistem kerja
- punya jejaring usaha yang saling menguatkan
UMKM yang mandiri adalah UMKM yang punya kendali, bukan yang sibuk sendirian.
Berkelanjutan: Bukan Tren, Tapi Keharusan
Banyak yang salah paham. Berkelanjutan bukan berarti ribet atau mahal.
Dalam praktik UMKM, berkelanjutan berarti:
- keuangan rapi
- usaha bisa diwariskan
- tim tumbuh bersama
- bisnis tidak habis di satu generasi
Jika bisnis hanya kuat saat kita masih sehat,
maka itu bukan bisnis—itu kerja keras berkedok usaha.
Pesan Saya untuk Pelaku UMKM di 2026
Saya tidak menulis ini untuk menggurui.
Saya menulis ini karena saya ada di lapangan, bersama UMKM, industri, koperasi, institusi pendidikan, rumah sakit, klinik, dan komunitas usaha lainnya.
Pesan saya sederhana tapi tegas:
> 2026 bukan tahun menunggu.
Ini tahun bergerak dengan strategi.
Jangan menunggu:
- modal besar
- kondisi ideal
- bantuan datang
Mulailah dengan:
- memperbaiki cara berpikir
- memperkuat jejaring
- membangun sistem kecil tapi jalan
2026 Bukan Tentang Ucapan, Tapi Keputusan
Tahun baru tidak akan mengubah bisnis Anda.
Keputusan Andalah yang akan mengubahnya.
Apakah 2026 akan menjadi:
tahun pengulangan masalah lama
atau titik balik menuju usaha yang berdampak, mandiri, dan berkelanjutan?
Pilihan itu ada di tangan Anda.
Kang Apik juga Founder www.komunikasi.net

